Kembali Mencintai Diri: 4 Framework yang Membawa Anda Lebih Utuh

Ditulis oleh Ellen Tesalonika
Diupdate 13/02/2026 - Dibaca menit

Sumber: Canva

So, what is love meant for you?

Coaches, pertanyaan ini mungkin kelihatan sederhana. Tapi jujur aja, buat saya, ini… cukup sulit. 

Kita hidup di dunia yang dekat banget sama konsep giving love. Memberi perhatian. Memberi waktu. Memberi energi. Memberi empati. Kita dibiasakan untuk peduli, hadir, dan memahami orang lain. Kita dengan mudah bertanya,

“Kamu gapapa kah hari ini?” atau “Ada yang bisa saya bantu?”

Kalimat-kalimat itu rasanya mudah tanpa perlu pikir panjang. Tapi ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan ke diri sendiri.

“Apakah saya sudah cukup mencintai diriku?” kapan terakhir kali kita benar-benar menanyakan itu, lalu berhenti sejenak buat denger jawabannya..

Mengenal Bahasa Cinta

Sumber: Canva

Buat saya, berdiskusi tentang bahasa cinta itu selalu menyenangkan. Tapi lucunya, setiap kali ditanya definisi cinta, saya sering nggak tahu harus jawab apa. Saya nggak punya satu definisi yang rapi. Yang saya tahu, saya merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia. Saya merasa lega ketika orang lain merasa tenang.

Kalau lihat di media sosial, definisi tentang love memang beragam. Ada yang bilang cinta itu perjuangan. Ada yang bilang cinta itu perhatian kecil. Ada juga yang bilang cinta itu kehadiran tanpa syarat. Semuanya terasa benar. Semuanya terdengar indah.

Tapi semakin banyak definisi, kadang kita malah makin lupa bertanya ke diri sendiri:
“Kalau buat saya, sebenarnya cinta itu apa?”

Melihat Cinta Lebih Luas

Sumber: Canva

Love is not just about affection.
Love is not always about romance.
Love is not only about how much we give.

Buat saya, cinta adalah cara kita memperlakukan sesuatu yang kita anggap berharga, termasuk memperlakukan diri sendiri. Cinta hadir dalam hal-hal yang sering nggak kelihatan. Dalam cara kita mendengar tanpa menghakimi. Dalam cara kita merespons tanpa terburu-buru. Dalam cara kita berani menetapkan batas. Dalam cara kita jujur sama kebutuhan diri, tanpa merasa bersalah.

Cinta juga tentang keberanian untuk hadir. Bukan cuma buat orang lain, tapi juga buat diri sendiri.

Saat Memberi Cinta ke Diri Sendiri

Coaches, mungkin kita juga nggak asing dengan satu statement ini: ketika diri sendiri penuh, kita akan bisa berbagi lebih banyak ke orang lain. Di hari penuh cinta ini, saya mau ngajak Coaches buat berhenti sejenak. Bukan buat membandingkan hidup kita dengan orang lain. Bukan buat menilai apakah kita sudah cukup baik atau belum. Tapi buat merayakan diri.

Pelan-pelan, kita buka ruang refleksi lewat framework Mencintai Diri Sendiri ini ya Coaches:

1. Apa makna cinta buat saya?

Bukan versi ideal. Tapi versi yang benar-benar Coaches jalani sehari-hari.

Dalam proses ini, Coaches bisa memilih kartu visual dari Flow https://drive.google.com/file/d/1ctW9K6gMoOASRX6TARU8sv-fvcYUHgwd/view?usp=drive_link. Anda bisa pilih salah satu dari 6 kartu gambar yang ada. Izinkan kartu ini jadi ruang reflektif untuk membuka sudut pandang baru.

2. Kapan saya merasa benar-benar dicintai?

Momen ketika hati terasa penuh, tenang, utuh, dan hidup. Sekarang, pilih satu foto dari galeri pribadi yang paling mewakili perasaan dicintai itu. Kasih waktu untuk mengingat kembali rasa yang hadir di momen ini.

3. Apa yang harus saya lepaskan untuk lebih mencintai diri?

Mungkin mencintai dengan cara memaksa diri. Mungkin mencintai dengan cara mengabaikan batas. Atau mencintai dengan cara selalu mendahulukan orang lain.

Gunakan kartu kata dari Punctum untuk membantu mengenali emosi yang muncul. Anda bisa memilih satu kartu kata yang ada di https://drive.google.com/file/d/1lSegL9BkffTYkmHmV8RXaRNeWh8oJdW3/view?usp=drive_link. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyadari: pola cinta mana yang sudah tidak lagi perlu dipertahankan.

4. Hal kecil apa yang Saya bisa berikan untuk mengisi cinta dalam diri?

Cinta sering kali hadir lewat hal sederhana: waktu jeda, kata yang lebih lembut pada diri sendiri, atau keberanian untuk berhenti sejenak. Pilih satu lagu yang bisa menjadi pengingat untuk mencintai diri. Biarkan itu menjadi jangkar kecil untuk terus menghidupkan cinta dalam diri.

Cinta yang Juga Layak Kamu Terima.. So Berproses Bersama Yuk?

Sumber: Canva

Semoga refleksi ini bisa jadi pengingat ya, kalau sebenarnya love is easy. Dan sama seperti semua orang, Coaches juga pantas dapet cinta yang sama, termasuk dari diri sendiri.

Saya mengundang Coaches untuk mengalami proses ini bersama.

Coaches bisa mengisi setiap pertanyaan dalam framework Mencintai Diri Sendiri, lalu merangkumnya menjadi satu kolase. Kolase tersebut bisa dibagikan ke WhatsApp Group Tribes atau di Instagram dengan menandai @pointsofyouindonesia dan @coachingcentre. id

 Pelan aja. Nggak perlu sempurna. Karena kadang, cinta paling jujur hadir saat kita benar-benar mau berhenti, dan mendengarkan diri sendiri 🤍

Author


Kategori

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Stay in the loop and sign up for the Sinergia Coaching Centre newsletter:

Documentation

Social